Wednesday, February 28, 2018

Afrika van Java (Taman Nasional Baluran), Banyuwangi





Afrika van java itulah julukan taman nasional baluran yang mempunyai padang savana seperti di afrika sana. Mempunyai luas 25 ribu hektar dan memiliki beberapa jenis hutan serta penghuni yang berada di dalamnya seperti hewan dan tumbuhan. Tidak salah jika taman nasional ini disebut sebagai miniatur hutan Indonesia karena hampir seluruh tipe hutan ada disini. Secara administratif Taman Nasional Baluran masuk ke dalam wilayah situbondo perbatasan dengan banyuwangi akan tetapi lebih dekat jika melaui banyuwangi. Taman Nasional Baluran se jalan jika kalian mau menuju ke pelabuhan ketapang melalui jalur pantura jadi tidak terlalu sulit menemukan lokasinya.




Yang tampak sejauh mata memandang di Taman Nasional Baluran adalah hamparan luas padang savana yang tandus, pohon- pohon kering dan cuaca yang sangat panas serta keasikan monyet menggoda pengunjung.  Sebelum menikmati keindahan Taman Nasional Baluran kalian di haruskan membayar biaya retribusi 5.000 rb per orang dan kendaraan mobil 10.000 rb. Setelah membayar di pos penjaga kalian menempuh jarak yang cukup jauh kira-kira 12 km untuk mencapai padang savanna bekol dan disuguhi pemandangan pepohonan hijau hutan musim.  Setelah sampai di padang savana bekol kalian akan disuguhkan dengan pesona pemandangan pegunungan dan langit biru yang cerah.


Taman Nasional Baluran mempunyai obyek dan daya tarik wisata alam yang beragam dari kombinasi berbagai panorama alam mulai dari ekosistem laut (pantai bama) hingga pegunungan, savana, dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan. Ada beberapa tempat di Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Kawasan Taman Nasional Baluran berbatasan langsung dengan dua desa yaitu Desa Wonorejo dan Desa Sumberanyar, sebagian besar masyarakat disini bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, akibat kondisi iklimnya yang kering dengan musim kemarau yang panjang membuat hasil pertanian di daerah ini kurang baik.



Untuk menunjang kehidupannya masyarakat setempat sering masuk ke hutan untuk mencari buah asam, biji acacia, kemiri, gadung, kayu rencek dan pupus gebang. Mata pencaharian lain masyarakat adalah sebagai nelayan, peternak, pedagang, pegawai negeri dan wiraswasta dan lain-lain. Tempat ini memang menjadi salah satu wisata yang wajib kalian kunjungi jika ke banyuwangi dan juga jangan lupa untuk selalu menjaga tempat ini seperti kalian menjaga diri kalian…


Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search