Afrika van Java (Taman Nasional Baluran), Banyuwangi

By insight - March 05, 2019




Sudah siap untuk berjalan-jalan di alam liar yang banyak satwa liarnya? Afrika van java itulah julukan taman nasional baluran yang mempunyai padang savana seperti di afrika sana. Mempunyai luas 25 ribu hektar dan memiliki beberapa jenis hutan serta penghuni yang berada di dalamnya seperti hewan dan tumbuhan. Tidak salah jika taman nasional ini disebut sebagai miniatur hutan Indonesia karena hampir seluruh tipe hutan ada disini. Secara administratif Taman Nasional Baluran masuk ke dalam wilayah situbondo perbatasan dengan banyuwangi akan tetapi lebih dekat jika melaui banyuwangi. Taman Nasional Baluran sejalan jika kalian mau menuju ke pelabuhan ketapang melalui jalur pantura jadi tidak terlalu sulit menemukan lokasinya. Awalnya malam itu kami tidak berencana untuk pergi ke Taman Nasional Baluran, sehari sebelum berangkat saya sempat diajakin sama temen-temen tour ke banyuwangi ketika nongkrong di salah tempat di pare, Kediri. Ketika ngobrol dan ngajakin buat pergi bareng mereka saling melempar jawaban aku sih oke aja kalo kalian ikut akhirnya ada salah satu temen yang bertanya ke saya, eh yahya kalo kamu gimana? aku bilang oke deh cus dan malam itupun mendadak pergi ke tempat travel untuk beli tiket dan berharap masih avalaible, sesampai disana akhirnya tiket kita dapatkan walaupun overload kapasitas orangnya alhasil ketika berangkat duduknya dipas pasin. hari yang ditunggu pun tiba, kita semua berkumpul di sebuah tempat yang sudah disepakati agar memudahkan agen travel dalam penjemputan. 

Dan setelah travelnya datang kita langsung menata barang dan posisi duduk dalam mobil, posisi duduk harus diatur karena orang yang ikut berlebih jadi ya berdempetan gitu deh, walaupun berdempetan kami tetep enjoy dalam perjalanan karena kita selama perjalanan berkaraoke bareng dalam mobil dan bercanda ria. Kita berangkat dari kota Kediri jam 8 malam dan sampai situbondo seinget saya pagi jam 5 pagi dan berhenti di rest area utama raya untuk melaksanakan sholat subuh bagi yang muslim dan sekaligus sarapan. Setelah urusan pagi itu selesai kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Baluran dengan stamina yang cukup baik. Ketika sampai dan melihat gerbang masuk Taman Nasional Baluran kami semua merasa lega dan tak lagi mengantuk karena tak sabar untuk melihat tempat wisatanya kondisinya bagaimana. Namun rasa penasaran itu hilang menjadi bosan ketika sudah memasuki setengah perjalanan masuk ke dalam Taman Wisata Baluran,ya kami merasa bosan karena medan yang dilalui cukup jauh ditambah infrastruktur jalan yang kurang baik. Alhasil kita menghibur diri dengan berfoto-foto mengabadikan moment kebersamaan saat pergi bareng.

Setelah sampai di lokasi kami langsung disambut oleh panasnya matahari dan kawanan monyet liar yang sedang membidik makanan yang dibawah oleh pengunjung. Walaupun monyet liar namun tidak segalak yang saya kira, monyet disisni tidak mengganggu pengunjung akan tetapi kalian harus waspada akan karena sewaktu-waktu naluri hewan liar pasti keluar apalagi kalo kalian membawa makanan.  



Dan tak usah menunggu waktu yang lama saya langsung berinisiatif mencari spot foto yang lagi viral di Instagram, tempat spot fotonya tidak jauh dari titik kumpul pengunjung atau dekat dengan penginapan. Akhirnya saya di bantu oleh teman saya mengabadikan foto dengan tengkorak kerbau atau sapi ya? Bingung, aku liat sepertinya mirip.


Yang tampak sejauh mata memandang di Taman Nasional Baluran adalah hamparan luas padang savana yang tandus, pohon- pohon kering dan cuaca yang sangat panas serta keasikan monyet menggoda pengunjung.  Sebelum menikmati keindahan Taman Nasional Baluran kalian di haruskan membayar biaya retribusi 5.000 rb per orang dan kendaraan mobil 10.000 rb. Setelah membayar di pos penjaga kalian menempuh jarak yang cukup jauh kira-kira 12 km untuk mencapai padang savanna bekol dan disuguhi pemandangan pepohonan hijau hutan musim.  Setelah sampai di padang savana bekol kalian akan disuguhkan dengan pesona pemandangan pegunungan dan langit biru yang cerah.


Taman Nasional Baluran mempunyai obyek dan daya tarik wisata alam yang beragam dari kombinasi berbagai panorama alam mulai dari ekosistem laut (pantai bama) hingga pegunungan, savana, dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan. Ada beberapa tempat di Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Kawasan Taman Nasional Baluran berbatasan langsung dengan dua desa yaitu Desa Wonorejo dan Desa Sumberanyar, sebagian besar masyarakat disini bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, akibat kondisi iklimnya yang kering dengan musim kemarau yang panjang membuat hasil pertanian di daerah ini kurang baik. Untuk lebih mudahnya kalian bisa klik maps dibawah ini guys 👇👇👇



Untuk menunjang kehidupannya masyarakat setempat sering masuk ke hutan untuk mencari buah asam, biji acacia, kemiri, gadung, kayu rencek dan pupus gebang. Mata pencaharian lain masyarakat adalah sebagai nelayan, peternak, pedagang, pegawai negeri dan wiraswasta dan lain-lain. Tempat ini memang menjadi salah satu wisata yang wajib kalian kunjungi jika ke banyuwangi dan juga jangan lupa untuk selalu menjaga tempat ini seperti kalian menjaga diri kalian…



  • Share:

You Might Also Like

0 comments